Kamis, 30 September 2010

Plastik yang Terurai

Cintai lingkungan alam dengan tidak membungkus bumi dengan plastik, tapi baru nyadar ada tas kresek plastik dari minimarket yang ada tulisan seperti ini "tas ini dapat hancur dengan sendirinya". Hah, yang bener, mau mencoba menguji sendiri, butuh berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tas ini bisa hancur dengan sendirinya. Yah, tapi great job lah bisa membuat plastik yang terurai. Good job guys.

Upah yang di(CUKUP)kan

Cuaca yang tak bersahabat dengan suhu udara yang cukup membuat kepala pening dan panas yang mampu membakar kulit sama sekali tidak dihiraukan oleh "pekerja pengangkat barang" itu. Waktu itu saya sedang mengantar Ibu saya ke Pasar Legi untuk membeli sesuatu, saya memarkirkan motor, tidak ikut masuk ke pasar, saya mulai mengamati keadaan sekitar pasar, daripada saya bengong sendiri di motor, saya mencoba mengambil gambar keadaan orang-orang yang bekerja di Pasar Legi. Saya melihat beberapa "pekerja pengangkat barang", mereka mengangkat barang-barang yang menurut ukuran saya sangatlah berat, ada yang mengangkat beras, buah-buahan, sayuran, dan berbagai macam barang lainnya. Lalu saya melihat Mas ini mengangkat karung goni yang saya tidak tahu isinya apa. Saya cuma menebak-nebak, apa isi karung goni itu, Bapak yang menyewa jasa Mas tersebut menyuruhnya membawa dua karung goni, yang ukurannya cukup besar, bisa dilihat sendiri di foto. Saya berpikir apakah Bapak itu bisa mengangkut dua karung goni sekaligus dalam satu motor ke tujuan? Apakah itu tidak berbahaya? Tapi mungkin, dia sudah terbiasa melakukan pekerjaan itu setiap hari. 

Kemudian "pekerja pengangkat barang" itu sudah meletakkan karung goni itu di tempatnya, di atas jok motor, dia sudah selesai melakukan tugasnya. Saya melihat Bapak itu menyodorkan uang kepada Mas itu, saya tidak begitu melihat jumlahnya, berapa ya yang dikasih Bapak itu? Apakah sesuai dengan pekerjaan yang sudah dilakukan Mas tadi yang mengangkut dua karung goni berat dari dalam ke luar pasar. Ya, semoga saja apa yang diterima Mas tadi cukup untuk memenuhi kebutuhannya, atau dicukupkan istilahnya.

Yah, akhirnya saya pun pulang  dengan beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Pekerjaan apapun jika kita bekerja dengan kesungguhan hati, Tuhan pasti melihat, Dia yang paling adil dalam memberi rejeki, paling adil dalam kehidupan ini. God bless y'all guys.